Kata-kata Terakhir Tokoh Terkenal Sebelum Dihukum Mati

hoi agan2 smua,, udah pernah liat orang mau meninggal dunia belom??  mesti tau kan kalo tiap ada orang mau meninggal biasanya mereka mengatakan sesuatu pesan kepada sanak sodara,anak,atau orang terdekatnya.. naah..dsini ane mau sdikit mengupas tentang ucapan terakhir para tokoh terkenal dunia sebelum ia meninggal,yang tentunya ini punya kekhususan yaitu mereka ini dimatikan dengan paksa alias dibunuh..

hmm,…untuk jelasnya langsung silahkan baca aja deh ,,

.

1. George Appel (1928)
“Baiklah saudara-saudara sebentar lagi kalian akan melihat apel matang.”
(Eksekusi dengan kursi listrik)

2. Madame du Barry, selir dari Raja Louis XV (1793)
“Kalian akan menyakitiku, tolong jangan sakiti aku, sebentar saja, aku mohon!”
(Eksekusi dengan pisau Guillotine)

3. Erskine Childers, Pejuang Irlandia (24 November 1922)

“Maju selangkah lagi bung! Itu akan menjadi lebih gampang.”
(Eksekusi dengan ditembak mati)

4. John Cockrum, (30 September 1997)

“Terimakasih atas perubahan hidupku yang telah kamu berikan, cinta dan hubungan erat keluargaku dan anakku yang cantik. Terimakasih…”
(Eksekusi dengan suntik mati, Texas)

5. Francis “Two Gun” Crowley (1931)

“Kalian semua **SENSOR**! Kuberikan cintaku ke ibu.”
(Dieksekusi di kursi listrik.)

6. Bennie Demps, (8 Juni 2000)
“Mereka menjagalku dibelakang sana, aku kesakitan sekali. Mereka menyayatku di tenggorokan, menyayat kakiku sampai berdarah-darah. Ini bukan eksekusi, ini pembunuhan!”
(Eksekusi dengan suntik mati, Florida)
Perlu waktu 33 menit bagi si algojo untuk menemukan urat nadi yang cocok untuk eksekusi. Sebenarnya si algojo sudah menemukan satu nadi tapi aturan di negara bagian Florida mengharuskan untuk menggunakan paling tidak 2 urat nadi untuk menyuntikkan zat racun, jadi mereka terus berusaha menemukan nadi yang lain dengan mencoba menyuntik disana-sini, usaha tersebut akhirnya gagal.

7. James Allen Red Dog, (3 Maret 1993)
“Aku akan pulang kerumah, sayang.”
(Eksekusi dengan suntik mati, Delaware)

8. Robert Drew, (2 Agustus 1994)
“Ingat, hukuman mati adalah pembunuhan.”
(Eksekusi dengan suntik mati, Texas.)

9.George Engel (salah satu dari 4 terpidana mati pemboman sebuah hypermarket di Chicago tahun 1986)
“Hidup untuk anarki ! Ini saat paling membahagiakan dalam hidupku.”
(Kata-kata terakhir di tiang gantungan)

10. Sean Flannagan, (23 Juni 1989)
“I love you.“
(Dikatakan ke sang algojo.)
Eksekusi dengan suntik mati, New York.

11. James French, (1966)
“Apa in akan jadi headline di koran besok? French Fries.”
(Dieksekusi di kursi listrik, Oklahoma.)

12. Johnny Frank Garrett (11 Februari 1992)

“Aku ingin mengucapakan terimakasih pada keluargaku yg telah mencintai dan merawatku. Dan orang lain diseluruh dunia boleh mencium bokongku.”
(Eksekusi dengan suntik mati, Texas.)

13. Gary Gilmore, meninggal 17 Januari 1977
”Let’s do it!”
(Eksekusi dengan tembak mati, Utah.)

14. Jimmy Glass (12 Juni 1987)
“Aku lebih baik memancing saja.”
(Dieksekusi di kursi listrik, Louisiana.)

15. Barbara Graham (3 Juni 1955)
“Orang baik selalu sangat yakin kalau mereka itu benar.”
(Dieksekusi di San Quentin.)

16. Thomas J. Grasso (20 Maret 1995)
“Aku gak dapet Spaghetti-O’s (salah satu jenis spaghetti yg populer) tapi cuma spaghetti biasa. Aku ingin wartawan tahu soal ini.”
(Eksekusi dengan suntik mati, Oklahoma.)

17. G. W. Green (12 November 1991)
“Lock and load. Ayo lakukan saja.”
(Eksekusi dengan suntik mati, Texas.)

18. Robert Alton Harris (21 April 1992)
“You can be a king or a street sweeper, but everyone dances with the Grim Reaper.”
(Dieksekusi di kamar gas, California.)

19. Nathan Hale (1776), pahlawan Amerika
“Adalah kewajiban bagi setiap perwira yg baik untuk mematuhi segala perintah dari komandannya.”
(Ditembak mati oleh Inggris karena dianggap mata-mata)

20. Lionel Herrera (12 Mei 1993)

“Aku tidak bersalah, tidak bersalah, tidak bersalah. Ini semua kesalahan. Aku tidak berhutang apapun ke masyarakat.
Aku orang yang tidak bersalah dan ada yang salah dengan semua yang terjadi malam ini.”
(Eksekusi dengan suntik mati, Texas.)

21. Saddam Hussein (30 Desember 2006)
“Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah pembawa wahyu Allah.”
(Eksekusi dengan digantung di Camp Justice di Khadimiya)

22. Steven Judy (9 Maret 1981)
“Jangan ada dendam. Ini perbuatanku. Maaf terjadi semua ini.”
(Dieksekusi di kursi listrik, Indiana.)

23. Clarence Lackey (20 Mei 1997)
“Aku mencintaimu, Ma.”
(Eksekusi dengan suntik mati, Texas.)

24. Louis XVI of France (21 Januari 1793)
“I die innocent of all the crimes laid to my charge; I Pardon those who have occasioned my death; and I pray to God that the blood you are going to shed may never be visited on France.”
(Eksekusi dengan guillotine)

25. Missak Manouchian (21 Februari 1944), pemimpin dari pergerakan komunis Paris, the Francs Tireurs et Partisans – Main – d’oeuvre immigrée (FTP-MOI)
“Melinée sayangku, cintaku. Dalam beberapa jam aku tidak akan berada di dunia ini. Kita akan melakukan eksekusi hari ini jam 3. Kejadian ini bagaikan kecelakaan dalam hidupku, aku tidak percaya tapi meskipun begitu aku tahu aku tidak akan pernah bertemu denganmu lagi.”
(Eksekusi dengan regu tembak.)

26. Marie Antoinette (16 Oktober 1793), Queen of France,
“Selamat jalan anak-anakku, aku pergi ke ayah kalian.”
“Tuan, maaf…” Diucapkan ke sang algojo setelah tidak sengaja menginjak kakinya
(Eksekusi dengan guillotine.)

27. Mario Benjamin Murphy (17 September 1997)
“Hari ini hari yg bagus untuk mati. Aku memaafkan kalian semua. Semoga Tuhan juga.”
(Eksekusi dengan suntik mati, Virginia.)

28. Benito Mussolini (1945), Diktator Italia
“Tembak aku di dada!”
(Diucapkan ke sang algojo.)

29. Harry Harbord “Breaker” Morant (1902), Australian poet & national hero.
“Tembak dengan tepat **SENSOR** dan jangan mengacaukannya!”
(Eksekusi dengan regu penembak.)

30. Carl Panzram (5 September 1930)
“Ayo cepaat **SENSOR**! Aku bisa menggantung selusin orang saat kalian masih saja ribut kesana kemari.”
(Eksekusi dengan digantung di Leavenworth, Kansas.)

31. Sir Walter Raleigh (29 Oktober 1618)
“Jadi hati selalu benar, tidak masalah dimanapun kepala ini berada.”
(Eksekusi dengan dipenggal.)

32. John Eldon Smith (15 Desember 1983)
“Well, Tuhan akan mendapatkan satu lagi.”
(Dieksekusi di kursi listrik, Georgia.)

.

.

sumber : google.com

1 Response so far »

  1. 1

    yg nmer 11 tetep narsis di penghujung hidupnyaa. wkwk :D


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: